Update Minyak Mentah Dunia 20 Juli 2026: WTI Tembus $83

Harga minyak mentah dunia ditutup menguat tajam pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (17/7/2026). Harga minyak mentah WTI berada di level US$83,48 per barel, naik dari penutupan sebelumnya di US$81,78, sementara Brent untuk kontrak pengiriman September sempat menyentuh US$85,92 per barel, level tertinggi sejak 15 Juni.

Secara mingguan, kenaikan ini jauh lebih signifikan. Harga minyak telah naik lebih dari 14% sepanjang pekan seiring meningkatnya ketegangan yang memicu kekhawatiran konflik regional yang lebih luas.

Penguatan harga minyak mentah dunia dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya:

– Eskalasi kembali konflik Amerika Serikat–Iran usai gencatan senjata sebelumnya kolaps.
– Pembentukan kembali blokade fisik di Selat Hormuz dan Basra yang memicu lonjakan momentum beli.
– Ancaman Iran terhadap jalur pelayaran energi di kawasan yang memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan global.
– Aksi saling serang yang terus berlanjut antara militer AS dan Iran di kawasan Teluk.

Amerika Serikat dilaporkan kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz sejak awal pekan ini. Militer AS mengklaim telah menyelesaikan serangan selama enam malam berturut-turut terhadap Iran, menyasar puluhan lokasi militer termasuk infrastruktur logistik dan aset maritim, sementara Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain. Akibatnya, lalu lintas kapal komersial melalui Selat Hormuz tercatat masih sangat terbatas.

Menariknya, lonjakan harga minggu ini membalikkan tren sebulan terakhir. Sebelum eskalasi terjadi, Badan Informasi Energi AS (EIA) sempat memangkas proyeksi harga Brent 2026 sebesar 14% menjadi US$82 per barel , menyusul kesepakatan damai AS-Iran pada 18 Juni yang sempat membuka kembali Selat Hormuz dan meredakan krisis pasokan lima bulan. Harga sempat anjlok hingga ke kisaran US$68 per barel di awal Juli sebelum kembali melonjak akibat pecahnya kembali pertempuran pada 7-8 Juli.

Target Harga Minyak Jangka Pendek

Berikut perkiraan pergerakan harga minyak mentah dunia untuk beberapa waktu ke depan:

  • Jangka pendek (hingga akhir Juli 2026): Harga berpotensi tetap volatile tinggi dan rawan menguat lebih lanjut, didorong oleh:
    • Potensi eskalasi lanjutan serangan AS-Iran.
    • Risiko penutupan penuh Selat Hormuz jika konflik memburuk.
  • Jangka menengah (kuartal III-IV 2026): Harga berpeluang kembali melandai jika tercapai gencatan senjata baru. Hal ini sejalan dengan proyeksi EIA yang memperkirakan Brent rata-rata US$74 per barel pada kuartal III 2026 seiring pulihnya produksi dan arus perdagangan global mendekati level sebelum konflik pada akhir tahun.

Leave a Comment